Monday, November 26, 2007

Hamas Kecewa dengan Negara-negara Arab



Gaza City, Minggu - Hamas terkejut dengan keputusan negara-negara Arab untuk hadir dalam konferensi perdamaian Timur Tengah yang diadakan di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat, Selasa besok.

Negara-negara Arab, Jumat (23/11), mengumumkan kesediaan untuk menghadiri konferensi Annapolis. Suriah, yang semula enggan hadir, Minggu (25/11), akhirnya memutuskan akan mengirim wakilnya ke Annapolis.

"Pengumuman yang dikeluarkan negara-negara Arab bahwa mereka akan berpartisipasi di konferensi Annapolis sangat mengejutkan rakyat Palestina. Keikutsertaan itu membuka pintu untuk menormalkan hubungan dengan penjajah Israel," ujar juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri.

Menurut Hamas, sekarang bukanlah saat yang tepat untuk berunding dengan Israel. Pasalnya, rakyat Palestina masih terpecah belah. Saat ini Hamas menguasai Gaza dan Fatah yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas menguasai Tepi Barat.

Hamas dalam pernyataan tertulisnya menegaskan, Mahmoud Abbas tidak memiliki mandat untuk bernegosiasi dengan Israel. Sebagai catatan, Hamas mengalahkan Fatah secara telak pada pemilu parlemen, Januari 2006. Setelah itu, Hamas membentuk pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Ismail Haniya. Namun, pemerintahan Hamas tidak berjalan efektif karena blokade ekonomi dan politik yang dilakukan Israel serta negara-negara Barat.

Untungkan AS

Sebagian pengamat Arab mengatakan, kehadiran negara-negara Arab dalam konferensi Annapolis sangat menguntungkan AS dan Israel. Pasalnya, tujuan konferensi ini, sesungguhnya, adalah untuk memperbaiki citra pemerintahan George W Bush yang tengah merosot karena Perang Irak.

Selain itu, konferensi ini kemungkinan ditujukan untuk membuat negara-negara Arab yang konservatif tidak kehilangan muka karena tidak berhasil menciptakan perdamaian di Timur Tengah. Sebagian pengamat juga curiga bahwa tujuan konferensi ini sebenarnya adalah untuk mendorong normalisasi hubungan Arab dan Israel.

Namun, para pengamat yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintah berpendapat, para pejabat Arab bersedia hadir karena ada jaminan dari AS dan Israel. "Mereka mendapat jaminan bahwa (PM Israel Ehud) Olmert akan berkomitmen pada (konferensi) Annapolis dan melaksanakan kewajiban berdasarkan peta perdamaian, termasuk membekukan permukiman (Yahudi)," ujar Ezzedin Choukri, direktur program perdamaian Arab-Israel pada Kelompok Krisis Internasional.

Dari Teheran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Mohamad Ali Hosseini, menilai konferensi Annapolis hanya akan mengikis hak rakyat Palestina. Pasalnya, mediator pertemuan itu, yakni AS, tidak akan bersikap obyektif.

"Pelaksana konferensi ini adalah AS dan pengalaman masa lalu mengingatkan kita bahwa mereka tidak bisa bersikap obyektif dan menjadi mediator yang kredibel. Mereka hanya akan mendukung Israel," ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan dikutip kantor berita IRNA. "Konferensi ini, dan apa pun yang dihasilkannya, tidak akan membuahkan hasil jika tidak mengamankan hak-hak rakyat Palestina," katanya. (AP/REUTERS/BSW)

No comments: