Tuesday, September 4, 2007

Korea Selatan


Pemilik Minoritas Kuasai Konglomerat

Seoul, Minggu - Sejumlah bisnis besar atau konglomerat di Korea Selatan tidak lagi dikuasai keluarga atau pemilik tunggal seperti di Indonesia. Saham-saham konglomerat (chaebol) di Korea Selatan dimiliki oleh orang atau keluarga dengan porsi kepemilikan tidak lebih dari lima persen.

Demikian diutarakan Komisi Perdagangan yang Fair di Seoul, Korea Selatan, Minggu (2/9). Badan itu menyebutkan, keluarga yang ada di balik 43 chaebol rata-rata memiliki saham sebesar 4,9 persen. Namun, dikatakan, struktur kepemilikan chaebol juga amat kompleks karena ternyata pemilik saham 4,9 persen mempunyai kekuasaan besar di berbagai perusahaan tersebut.

Bisnis yang ceroboh

Porsi kepemilikan saham di Korea Selatan menjadi isu penting. Masalahnya, kontrol keluarga atas bisnis besar di Korea Selatan dianggap sebagai pembawa malapetaka, berupa krisis keuangan yang terjadi pada 1997-1998.

Keluarga pemilik bisnis itu dianggap ceroboh menjalankan bisnisnya, tidak transparan, dan tidak menjalankan bisnis secara benar.

Muncul kritikan, sistem bisnis yang dikuasai keluarga telah membuat keputusan-keputusan penting dan kritis hanya digenggam satu keluarga atau satu kelompok. Bahkan, keluarga itu juga terlibat praktik bisnis yang curang, ilegal. Karena itu, perampingan kepemilikan saham gencar dilakukan.

Grup Samsung, chabeol terbesar, dipimpin Lee Kun-hee. Padahal, keluarga Lee hanya menguasai 0,81 persen saham Samsung. (AFP/MON)

No comments: