Tuesday, August 14, 2007

Sierra Leone

Kandidat Presiden Sulit Peroleh Suara Mayoritas

Freetown, Senin - Penghitungan suara awal pemilihan umum presiden Sierra Leone menunjukkan kemungkinan digelarnya pemilu putaran kedua. Dengan tujuh kandidat bertarung memperebutkan jabatan presiden, diperkirakan tidak ada yang memperoleh suara hingga 55 persen.

"Sepertinya pemilu putaran kedua akan digelar," kata Ransford Wright, koordinator Independent Radio Network, Senin (13/8). Diperkirakan, pemilu putaran kedua diadakan pada September mendatang.

Hasil tidak resmi menunjukkan, Ernest Bai Koroma, kandidat Partai Kongres Seluruh Rakyat (APC), unggul sementara di Freetown dan di wilayah utara atas Solomon Berewa, kandidat partai berkuasa, Partai Rakyat Sierra Leone (SLPP). "SLPP tidak memimpin di utara, bahkan di kampung halaman kandidat mereka," kata Wright.

Jika pemilu putaran kedua berlangsung, kemungkinan kandidat Gerakan Rakyat untuk Perubahan Demokrasi (PMDC), Charles Margai, yang tidak diunggulkan, justru bisa meraih kemenangan. Margai memisahkan diri dari koalisi partai berkuasa tahun lalu dan membentuk partai sendiri.

Warga kota Freetown kemarin mengerumuni radio di toko-toko dan kios-kios yang menyiarkan penghitungan suara. Mereka benar-benar menunggu dan berharap bahwa hasil pemilu bisa membawa perubahan dalam hidup mereka.

"Perang menghancurkan semuanya. Kami membutuhkan kebebasan, makanan, air, listrik, dan pekerjaan," kata Mohamed Ba, warga Freetown, sambil menambahkan bahwa dia tidak percaya pada politisi.

Antusiasme dan harapan itu tercermin dari tingginya partisipasi pemilih yang memberikan suara, Sabtu. Marie-Anne Isler, ketua pemantau dari Uni Eropa, mengatakan, partisipasi pemilih mencapai 70 persen.

"Kami bisa melihat antusiasme masyarakat untuk memberikan suara dan berpartisipasi dalam perubahan di negara ini," kata Isler.

Hasil pemilu baru bisa diketahui secara resmi pekan depan.

Dipuji

Pemilu presiden dan anggota parlemen di Sierra Leone dipuji para pemantau internasional. Mereka mengatakan, pemilu berjalan damai, bebas, dan adil serta sesuai standar internasional.

"Pemilu kali ini telah sesuai dengan standar perdamaian, kebebasan, keadilan, dan kredibilitas internasional," kata Ngola Katta, juru bicara Pemantau Pemilu Nasional (NEW) Sierra Leone.

Meskipun berjalan damai, para pemantau tetap mengkhawatirkan terjadinya ketegangan saat hasil pemilu diumumkan. "Kita harus menunggu dan melihat reaksi partai politik," kata Isler.

Ketegangan mulai muncul saat sejumlah partai saling melempar tuduhan kecurangan dan intimidasi. SLPP menyatakan, beberapa anggotanya telah diserang secara fisik.

"Serangan personal terhadap kandidat, pendukung, dan fungsionaris partai membuat kami prihatin dan tidak percaya," kata Victor Rieder, juru bicara SLPP.

APC juga menyatakan, partai itu memiliki bukti terjadinya kecurangan. "Kami memiliki bukti kecurangan. Jika mereka memutarbalikkan kehendak rakyat, negara ini akan terjerumus dalam anarki, perang, dan degradasi. Mereka takut kalah," kata Victor Foh, Sekretaris Jenderal APC, tanpa merinci pihak mana yang dimaksud. (ap/afp/reuters/fro)

No comments: