Friday, January 4, 2008

Pemilu AS


Perempuan Presiden atau Kulit Hitam?

Debat-debat panjang dan kampanye yang melelahkan selama berbulan-bulan usai sudah. Gemerlap penggalangan dana multimiliaran dollar AS pun telah berakhir. Kini saatnya dunia menanti sejarah baru kepemimpinan Amerika Serikat tercetus melalui pemilu presiden 2008.

Jika berhasil memenangi kaukus di Iowa, Kamis (3/1) ini, Senator Hillary Clinton bakal menjadi perempuan presiden pertama AS. Hillary akan menyusul beberapa perempuan yang telah lebih dahulu menduduki jabatan tertinggi di sebuah negara yang terpilih lewat pemilu, seperti Cristina Fernandez di Argentina, Michele Bachelet di Cile, dan Gloria Macapagal-Arroyo di Filipina.

Demikian juga jika Senator Barack Obama menang, dia akan menjadi presiden kulit hitam pertama AS. Sebelumnya, mendiang Presiden John F Kennedy juga mencatatkan diri sebagai presiden Katolik pertama di AS.

Dari kubu Republik, Senator John McCain pun berpeluang menjadi presiden tertua yang terpilih pada periode pertama pemerintahan jika berhasil memenangi kaukus di Iowa. McCain kini berusia 72 tahun dan harus berjuang meyakinkan pemilih bahwa usia bukanlah persoalan untuk menjadi presiden.

Kedua kandidat dari kubu Demokrat itu tampaknya memiliki peluang lebih besar untuk menang dibandingkan lima kandidat lain, baik dari Demokrat maupun Republik. Walaupun tidak otomatis menentukan hasil akhir pemilu, kemenangan awal dalam kaukus Iowa bisa dijadikan indikator pemenang pemilu presiden 2008.

Perubahan

Hillary, yang menyebut dirinya agen perubahan abad baru, adalah perempuan Amerika yang paling dikagumi, menurut jajak pendapat terkini. Dia menampilkan ikon feminis karena keberhasilannya menembus langit-langit tertinggi dalam politik AS.

"Jika Anda melihat jajak pendapat publik, kebanyakan orang, terutama pendukung Demokrat, mengatakan mereka bersedia memberikan suara untuk perempuan presiden," kata Dianne Bystrom dari Iowa State University, Rabu (2/1).

Setelah bertahun-tahun "berperang" melawan Republik, tidak ada yang meragukan ketegaran Hillary. Setidaknya, dia sudah mengantongi satu suara dari Paul Wykowski, warga Iowa timur, yang mengaku terpikat dengan kampanye Hillary untuk mengubah Washington dari dalam. Padahal, Wykowski tidak memberikan suaranya bagi Bill Clinton, suami Hillary.

Namun, Hillary harus bertarung dulu dengan Obama yang dalam jajak pendapat terkini mengungguli Hillary dengan 32 persen suara.

Jajak pendapat oleh surat kabar Register menunjukkan, kenaikan jumlah pemilih pemula dalam kaukus bisa membawa kemenangan bagi Obama yang ingin mewujudkan mimpinya sebagai presiden kulit hitam pertama AS.

Obama mendapat dukungan dari Oprah Winfrey, ratu talk show AS, yang mencoba meraih simpati dari para pemilih kulit hitam AS. Oprah juga membangkitkan kembali kenangan akan Martin Luther King, tokoh pejuang persamaan hak AS.

Di antara kandidat Republik, Rudolph Giuliani, mantan Wali Kota New York, tampaknya akan terdepak dalam kontes awal di Iowa. Di negara bagian itu, dia pernah mengecewakan kalangan konservatif yang mendukungnya.

Kandidat Republik lainnya, Mitt Romney, mantan Gubernur Massachusetts, perlu meraih kemenangan di Iowa dan New Hampshire untuk meraih kemenangan di negara bagian lainnya. (AFP/FRO)

No comments: