Tuesday, October 30, 2007

Pemilu Argentina


Kinerja Suami Lambungkan Fernandez

Buenos Aires, Senin - Istri Presiden Nestor Kirchner, Cristina Fernandez de Kirchner, menang dalam pemilu presiden Argentina yang dilaksanakan Minggu (28/10). Kinerja ekonomi suami selama lima tahun terakhir telah turut berperan melambungkan pamor Fernandez.

Rakyat memilih Fernandez dengan alasan demi kesinambungan kemakmuran. Namun, Fernandez mengatakan, ia adalah juga bagian dari orang-orang yang berada di balik sukses suami, termasuk kemajuan ekonomi dan sosial.

Fernandez pun berhasil mengungguli pesaing terdekatnya yang juga perempuan politikus, Elisa Carrio, cukup telak.

Apakah si cerdas Fernandez menang karena suaminya? "Itu sama saja dengan mempertanyakan apakah Anda suka steik atau kentang goreng Perancis? Orang suka keduanya, steik dan kentang goreng," kata ahli politik Argentina, Gustavo Martinez Pandiani.

Dari tiga perempat suara yang telah dihitung, Fernandez memperoleh sekitar 45 persen suara, Carrio 23 persen, dan satu kandidat lagi, Roberto Lavagna, memperoleh sekitar 17 persen suara.

Karena calon dari koalisi Front untuk Kemenangan itu telah mengantongi lebih dari 40 persen suara, maka tidak ada lagi pemilu putaran kedua. Itulah aturan main yang berlaku di Argentina saat ini.

Hari Senin, Carrio telah mengakui kemenangan Fernandez. "Kami mengucapkan selamat dan mengakui kemenangannya," kata Carrio.

Fernandez dan pendukungnya telah merayakan kemenangan. "Kita menang dengan selisih suara yang besar.... Ini adalah kemenangan bagi seluruh rakyat Argentina," kata Fernandez, didampingi suaminya, Presiden Nestor Kirchner, yang akan digantikannya. Fernandez menyebut suaminya sebagai orang yang ada di sisinya sepanjang hidupnya.

Wanita pertama

Kemenangan ini membawa Fernandez menjadi perempuan Argentina pertama yang dipilih rakyat sebagai presiden. Sebelumnya, Isabel Peron tercatat pernah menduduki jabatan presiden menggantikan suaminya, Juan Peron, yang meninggal tahun 1974. Namun, Isabel menjadi presiden tanpa melalui pemilu.

Fernandez akan resmi menjabat pada 10 Desember 2007. "Saya akan senang menjadi suami presiden," kata Kirchner yang bersama istrinya pernah menjadi "musuh negara" pada dekade 1970-an.

Dua pasangan itu tergolong populer di mata rakyat Argentina, terutama karena kinerja ekonomi. Pertanyaan muncul, bisakah Fernandez melanjutkan keberhasilan itu? Banyak pengamat mengatakan, dengan kemenangan telak pada pemilu hari Minggu lalu, Fernandez diperkirakan akan mampu mengatasi masalah yang ditinggalkan suaminya.

Sebelum terpilih sebagai presiden, Fernandez menjadi senator sejak 2001 atau dua tahun sebelum suaminya berkuasa. Sebagai senator, Fernandez sangat populer. Kepopuleran ini dia manfaatkan untuk memperkuat posisi suaminya yang maju dalam pemilu presiden tahun 2003. Berkat dukungan Fernandez, Kirchner bisa memenangi pemilu itu.

Kini mereka akan bertukar peran. Sejumlah pengamat yakin, setelah turun dari kursi kepresidenan, giliran Kirchner yang membantu memperkuat posisi pemerintahan istrinya. Pengamat politik Gustavo Martinez Pandiani mengatakan, Kirchner tak akan hanya menunggu istrinya di rumah.

Selama menjadi presiden, Kirchner berhasil membawa Argentina keluar dari dampak krisis ekonomi tahun 2001. Kirchner yang menjadi presiden sejak tahun 2003 berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen per tahun.(AP/AFP/REUTERS/BSW)


Kinerja Suami Lambungkan Fernandez

Buenos Aires, Senin - Istri Presiden Nestor Kirchner, Cristina Fernandez de Kirchner, menang dalam pemilu presiden Argentina yang dilaksanakan Minggu (28/10). Kinerja ekonomi suami selama lima tahun terakhir telah turut berperan melambungkan pamor Fernandez.

Rakyat memilih Fernandez dengan alasan demi kesinambungan kemakmuran. Namun, Fernandez mengatakan, ia adalah juga bagian dari orang-orang yang berada di balik sukses suami, termasuk kemajuan ekonomi dan sosial.

Fernandez pun berhasil mengungguli pesaing terdekatnya yang juga perempuan politikus, Elisa Carrio, cukup telak.

Apakah si cerdas Fernandez menang karena suaminya? "Itu sama saja dengan mempertanyakan apakah Anda suka steik atau kentang goreng Perancis? Orang suka keduanya, steik dan kentang goreng," kata ahli politik Argentina, Gustavo Martinez Pandiani.

Dari tiga perempat suara yang telah dihitung, Fernandez memperoleh sekitar 45 persen suara, Carrio 23 persen, dan satu kandidat lagi, Roberto Lavagna, memperoleh sekitar 17 persen suara.

Karena calon dari koalisi Front untuk Kemenangan itu telah mengantongi lebih dari 40 persen suara, maka tidak ada lagi pemilu putaran kedua. Itulah aturan main yang berlaku di Argentina saat ini.

Hari Senin, Carrio telah mengakui kemenangan Fernandez. "Kami mengucapkan selamat dan mengakui kemenangannya," kata Carrio.

Fernandez dan pendukungnya telah merayakan kemenangan. "Kita menang dengan selisih suara yang besar.... Ini adalah kemenangan bagi seluruh rakyat Argentina," kata Fernandez, didampingi suaminya, Presiden Nestor Kirchner, yang akan digantikannya. Fernandez menyebut suaminya sebagai orang yang ada di sisinya sepanjang hidupnya.

Wanita pertama

Kemenangan ini membawa Fernandez menjadi perempuan Argentina pertama yang dipilih rakyat sebagai presiden. Sebelumnya, Isabel Peron tercatat pernah menduduki jabatan presiden menggantikan suaminya, Juan Peron, yang meninggal tahun 1974. Namun, Isabel menjadi presiden tanpa melalui pemilu.

Fernandez akan resmi menjabat pada 10 Desember 2007. "Saya akan senang menjadi suami presiden," kata Kirchner yang bersama istrinya pernah menjadi "musuh negara" pada dekade 1970-an.

Dua pasangan itu tergolong populer di mata rakyat Argentina, terutama karena kinerja ekonomi. Pertanyaan muncul, bisakah Fernandez melanjutkan keberhasilan itu? Banyak pengamat mengatakan, dengan kemenangan telak pada pemilu hari Minggu lalu, Fernandez diperkirakan akan mampu mengatasi masalah yang ditinggalkan suaminya.

Sebelum terpilih sebagai presiden, Fernandez menjadi senator sejak 2001 atau dua tahun sebelum suaminya berkuasa. Sebagai senator, Fernandez sangat populer. Kepopuleran ini dia manfaatkan untuk memperkuat posisi suaminya yang maju dalam pemilu presiden tahun 2003. Berkat dukungan Fernandez, Kirchner bisa memenangi pemilu itu.

Kini mereka akan bertukar peran. Sejumlah pengamat yakin, setelah turun dari kursi kepresidenan, giliran Kirchner yang membantu memperkuat posisi pemerintahan istrinya. Pengamat politik Gustavo Martinez Pandiani mengatakan, Kirchner tak akan hanya menunggu istrinya di rumah.

Selama menjadi presiden, Kirchner berhasil membawa Argentina keluar dari dampak krisis ekonomi tahun 2001. Kirchner yang menjadi presiden sejak tahun 2003 berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen per tahun.(AP/AFP/REUTERS/BSW)

No comments: