Monday, December 17, 2007

Anwar Ditahan Saat Mendarat


Polisi Malaysia Kembali Tangkap Demonstran


Kuala Lumpur, Selasa - Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim ditangkap begitu mendarat di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Selasa (11/12). Petugas imigrasi menahan Anwar selama satu jam setiba dari Turki karena namanya tercantum dalam daftar cekal.

"Saya ditahan oleh petugas imigrasi di Bandara Internasional Kuala Lumpur tadi pagi dan saya kira otoritas telah mencantumkan nama saya dalam daftar cekal," kata Anwar. Menurut dia, penahanan itu hanyalah upaya Pemerintah Malaysia untuk menakut-nakuti pemimpin oposisi.

"Ini hanyalah usaha sia-sia untuk menakut-nakuti dan mengintimidasi masyarakat serta mengalihkan perhatian dari isu korupsi pemimpin UMNO," ujar Anwar.

Seorang petugas imigrasi yang menolak disebutkan namanya mengatakan tidak tahu-menahu tentang penangkapan Anwar di bandara. Dia menambahkan, nama dalam daftar cekal biasanya dibuat oleh polisi. "(Penahanan) ini untuk tujuan keamanan, tetapi dia telah dibebaskan," katanya.

Pejabat Partai Keadilan pimpinan Anwar mengaitkan penangkapan itu dengan keterlibatan Anwar dalam demonstrasi kelompok oposisi menuntut reformasi pemilu, November lalu.

Kelompok oposisi kembali menggelar protes, Selasa, tetapi dicegah polisi. Sekitar 400 polisi berjaga-jaga di sekitar gedung parlemen Malaysia dan memblokir sepanjang jalan menuju gedung tersebut sehingga menyebabkan kemacetan parah.

Petisi

Kelompok oposisi bermaksud menyerahkan petisi berisi penolakan terhadap amandemen konstitusi yang memperpanjang masa jabatan Ketua Komisi Pemilu Malaysia Abdul Rashid Abdul Rahman yang disahkan kemarin. Masa jabatan Abdul Rashid diperpanjang setahun hingga setelah pemilu tahun depan.

"Abdul Rashid, yang selama menjabat berulang kali melakukan kecurangan dan manipulasi pemilu, tidak pantas memegang jabatan itu dan harus segera turun," kata Wan Azizah Wan Ismail, Ketua Partai Keadilan.

Polisi menangkap sedikitnya 12 pemrotes yang mengabaikan larangan menyerahkan petisi ke parlemen. Mereka ditangkap saat berjalan menuju gedung parlemen.

"Kami ditangkap tanpa alasan yang jelas. Tidak ada kekacauan, tidak ada kerusuhan, tidak ada apa-apa," kata Hatta Ramli, anggota oposisi dari Partai Islam Pan-Malaysia.

Lima aktivis menyusup ke gedung parlemen dengan menumpang mobil anggota parlemen dari kubu oposisi. Mereka sempat membagikan salinan petisi kepada anggota parlemen, tetapi akhirnya ditangkap. Sebanyak 16 anggota parlemen kubu oposisi meninggalkan sidang sebagai protes atas penangkapan tersebut.

Otoritas Malaysia menyatakan, protes kemarin melanggar hukum dan menyatakan bahwa para peserta akan ditangkap. Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi membantah kritik yang mengatakan bahwa agenda reformasi yang diusungnya telah gagal karena tindakannya terhadap para pemrotes.

Di Washington, AS menyerukan agar Malaysia memberi ruang bagi kebebasan berbicara dan berkumpul. "Kami telah berulang kali menyatakan kepada otoritas Malaysia tentang keyakinan kami bahwa rakyat di setiap negara berhak untuk berkumpul secara damai dan menyatakan pandangan mereka," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Nancy Beck. (ap/afp/reuters/fro)

No comments: