Wednesday, March 19, 2008

Obama Akan Bicarakan Isu Rasial untuk Akhiri Kontroversi


Rabu, 19 Maret 2008 | 00:16 WIB

Philadelphia, Selasa - Bakal calon presiden AS, Barack Obama, akan mencoba memadamkan sebuah kontroversi mengenai pernyataan menghasut dan bernada rasialis. Pernyataan itu disampaikan pendeta dari gerejanya.

Senator kulit hitam dari Partai Demokrat itu akan berpidato di Philadelphia, persisnya dekat sebuah lokasi yang menjadi tempat kelahiran bangsa AS itu. Ia akan menyampaikan pendapatnya mengenai ”ras, politik, dan hal-hal yang mempersatukan bangsa.”

Obama mengatakan, kontroversi atas pernyataan pendeta itu telah mengalihkan perhatian khalayak AS dari isu-isu kampanye. Hal ini terjadi justru saat ia sedang berjuang menjadi calon presiden dari Partai Demokrat, untuk menghadapi Senator John McCain dari Partai Republik dalam pemilu presiden pada November 2008.

Dalam pidato di sebuah bangunan bersejarah di seberang Liberty Bell, Philadelphia, Selasa (18/3) pagi waktu Philadelphia, Obama antara lain akan mencoba menenangi keributan karena khotbah-khotbah di Trinity United Church of Christ, Chicago, oleh Pendeta Jeremiah Wright.

Wright adalah pendeta yang sangat dekat dengan Obama dan keluarganya. Wright telah menjadi pendeta Obama selama hampir 20 tahun. Ia meresmikan perkawinan Obama serta membaptis kedua putri Obama.

Pernyataan pendeta itu yang menghasut pertikaian ras telah dipakai para pencela Obama. Pendeta itu antara lain mengatakan, serangan 11 September 2001 adalah suatu pembalasan atas kebijakan luar negeri AS yang menyebarkan terorisme.

Mengecam

Sebuah khotbah Wright yang beredar luas di internet menyebutkan bahwa kaum kulit hitam seharusnya menyanyikan God Damn America, bukan God Bless America. Alasan pendeta itu, kulit hitam telah diperlakukan tak manusiawi oleh pemerintah.

Obama mengatakan kontroversi itu kontras dengan niatnya untuk merangkul siapa saja. ”Saya akan berbicara bukan hanya mengenai Pendeta Wright, tetapi mengenai isu ras yang lebih besar,” kata Obama, Senin.

Obama mengatakan, adalah naif untuk percaya bahwa isu ras tak akan muncul dalam pertarungannya melawan Hillary, seperti isu jender yang selalu muncul setiap kali Hillary tampil.

Jen Psaki, seorang juru bicara Obama, mengatakan, Obama ingin menyampaikan pidato itu karena ”isu ras telah menjadi perhatian sangat besar” selama beberapa pekan terakhir.

Senator Illinois Richard Durbin, pendukung Obama, mengatakan, pidato Obama itu akan sangat penting karena merupakan refleksinya yang mendalam. Obama, menurut Durbin, merasakan bahwa Amerika sedang berubah dan ingin bergerak melewati retorika yang menuju ke pandangan yang lebih positif yang bisa menjadi tujuan bangsa Amerika Serikat. (AFP/Reuters/AP/DI)

No comments: