Saturday, February 2, 2008

Hillary-Obama Berdamai


Sabtu, 2 Februari 2008 | 07:57 WIB

Los Angeles, Jumat - Kandidat Partai Demokrat, Hillary Clinton dan Barack Obama, untuk pertama kalinya tampil berdua di panggung debat setelah kandidat lainnya, John Edwards, mengundurkan diri. Dalam debat yang digelar di Kodak Theatre, Los Angeles, Kamis (31/1), keduanya tidak lagi saling menyerang. Mereka berdua tampak rukun dan kompak.

Sebelumnya, kedua kandidat unggulan Partai Demokrat itu terlibat perdebatan sengit. Bahkan, tidak jarang perdebatan itu menjurus ke masalah pribadi. Kini, Hillary dan Obama makin menyadari bahwa kampanye negatif tidak menguntungkan keduanya. Karena, musuh mereka yang sebenarnya adalah kandidat Partai Republik pada pemilihan 4 November 2008.

Untuk menunjukkan bahwa mereka telah berdamai, baik Hillary maupun Obama bersikap ramah satu sama lain. Obama, misalnya, menarikkan kursi untuk Hillary ketika acara debat akan dimulai. Hal yang sama juga dia lakukan ketika debat berakhir. Keduanya lalu saling memberikan ucapan selamat dengan hangat.

”Saya berteman dengan Hillary Clinton sebelum kami memulai kampanye ini. Saya akan berteman dengan Hillary Clinton setelah kampanye selesai,” ujar Obama ketika duduk untuk memulai debat di Kodak Theatre. Pernyataan itu disambut tepuk tangan para pendukung Demokrat. Tampak di antara mereka sejumlah selebriti, seperti Leonardo DiCaprio, Steven Spielberg, Stevie Wonder, Diane Keaton, dan Jason Alexander.

Hillary dan Obama mengatakan, mereka memiliki peluang untuk mencetak sejarah dalam pemilihan presiden, November 2008. Hillary memiliki peluang menjadi perempuan pertama sebagai Presiden AS. Sementara, Obama berpeluang menjadi orang kulit hitam pertama yang menjadi Presiden AS. ”Kami akan mengubah negara kita,” ujar Obama yakin.

Hillary juga yakin bahwa dirinya atau Obama akan diambil sumpahnya sebagai Presiden AS menggantikan Presiden George Walker Bush pada 20 Januari 2009 mendatang. ”Ketika perayaan itu berakhir, presiden mendatang akan berjalan memasuki Ruang Oval (di Gedung Putih) dan di sana sudah menunggu tumpukan masalah, (yakni) masalah yang diwariskan sebuah pemerintahan yang gagal,” ujar Hillary.

Pernyataan tersebut ditujukan kepada pemerintahan George W Bush yang dianggap gagal menyelesaikan masalah Irak dan ekonomi AS. Hillary menambahkan, presiden mendatang harus membersihkan masalah-masalah yang ditinggalkan Presiden Bush sebagaimana suaminya, Presiden Bill Clinton, harus membersihkan masalah-masalah yang ditinggalkan ayah Bush, Presiden George Bush Sr.

Tahan diri

Hillary dan Obama tampaknya memang menahan diri untuk saling serang. Mereka berdua lebih senang melemparkan serangan ke Partai Republik. Selain menyerang Bush, keduanya juga mengkritik John McCain yang kini diunggulkan sebagai calon presiden dari Partai Republik.

Mereka mengkritik pernyataan McCain yang mengatakan, pasukan AS mungkin masih akan berada di Irak selama 100 tahun. Mereka juga mengkritik sikap mencla-mencle McCain terkait dengan pemotongan pajak pemerintahan Bush tahun 2001 dan 2003. Ketika itu, McCain menolak kebijakan itu, namun sekarang mendukungnya.

Meski tidak saling serang, Hillary dan Obama mengaku memiliki perbedaan. Karena itu, ketika keduanya disarankan untuk maju sebagai pasangan capres Hillary-cawapres Obama atau sebaliknya, keduanya hanya tersenyum.

Obama mengatakan, terlalu pagi untuk memulai spekulasi mengenai siapa yang akan menjadi capres atau cawapres. (AFP/REUTERS/BSW)

No comments: