Thursday, June 14, 2007

Korea Selatan
Park Chung-hee, Dipuja dan Dicela...

Bagi sebagian rakyat Korea Selatan, nama mantan Presiden Park Chung-hee berarti kematian demokrasi. Namun, bagi sebagian lainnya, nama Park berarti kebangkitan ekonomi.

Park memimpin Korsel dengan tangan besi selama 18 tahun, setelah merebut kekuasaan melalui kudeta tidak berdarah pada 1961. Park adalah mantan jenderal Angkatan Bersenjata Korsel, lulusan Akademi Militer Jepang Manchuria tahun 1942.

Dia dicela sebagai diktator dan pelanggar hak asasi manusia. Namun, Park juga dipuji karena keberhasilan pembangunan ekonomi yang menempatkan Korsel sebagai kekuatan ekonomi terbesar ke-10 di dunia.

Pada awal masa pemerintahannya, pendapatan per kapita Korsel hanya 72 dollar AS. Park mengubah Korea Selatan dengan industrialisasi yang berorientasi ekspor. Taktik itu berhasil membuat pendapatan per kapita meningkat pesat.

Park mengalami dua kali percobaan pembunuhan karena kediktatorannya. Pertama, pada Januari 1968, dia dicoba dibunuh oleh seorang penyusup dari Korea Utara, tetapi gagal.

Percobaan pembunuhan kedua terjadi pada Agustus 1974, juga oleh seorang agen dari Korut, saat Park memberikan pidato perayaan kemerdekaan. Sayang, peluru justru mengenai istrinya, Yuk Young-soo, yang meninggal saat itu juga.

Pada Oktober 1979, Park ditembak oleh Kim Jae-kyu, Kepala Badan Intelijen (saat itu). Kim menganggap Park menghalangi demokrasi dan menyatakan tindakannya sebagai patriotisme. (ap/afp/reuters/fro)

No comments: